agens-hayati-pengendali-penyakit-pada-tanaman-kacangkacangan_51.jpg

Agens Hayati Pengendali Penyakit pada Tanaman Kacang-kacangan

Trichol-8 adalah biopestisida agens hayati yang digunakan sebagai pengendali penyakit tular tanah, benih dan daun pada tanaman kacang-kacangan.  Biopestidia ini sangat efektif terhadap penyakit terbawa tanah/benih hingga 90%, cukup efektif terhadap penyakit embun tepung (60%), downy mildew (75%), dan karat (70%), hemat fungisida sampai 50%, dapat berkembang sendiri di dalam tanah, dan biopestisida ini ramah lingkungan.

Patogen sasaran yang dapat dikendalikan biopestisida Trichol-8 yakni Microsphaera diffusa penyebab penyakit embun tepung pada kedelai, Rhizoctonia solani penyebab penyakit rebah semai dan busuk daun/polong pada kedelai, Colletotrichum spp. penyebab penyakit antraknose pada kedelai/kacang hijau, dan Phytophthora/Pythium  spp. penyebab penyakit rebah semai pada kedelai/kacang hijau.

Pengaplikasian biopestisida ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yakni dicampur benih sebanyak 10 g/kg benih, drenching 5 gram/lubang tanam atau sekeliling tanaman, dengan disemprot sebesar 1 gram/liter pada pangkal batang/daun terserang, dan cara tabur 50 gram/100m2 sebelum tanam.

Biopestisida ini memiliki kompatibilitas dengan perlakuan/pestisida lain, antara lain kompatibel dengan pupuk organik/hayati, benih dengan perlakuan dapat dicampur metalaxyl, thiram, kecuali mercurial dan dapat dicampur dengan fungisida kimia dalam tangki. Perlu diperhatikan untuk tidak mengaplikasi fungisida kimia selama 4-5 hari setelah aplikasi Trichol-8, tidak terkena sinar langsung setelah aplikasi Trichol-8 dan Trichol-8 tidak untuk diaplikasikan pada tanah kering.

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

by@r_7

Berita Lainnya