petani-sumut-keluhkan-pupuk-subsidi-berwarna_53.jpg

Petani Sumut Keluhkan Pupuk Subsidi Berwarna

Petani di Sumatera Utara (Sumut) mengeluh dengan adanya perubahan warna pupuk ZA bersubsidi dari warna normal (putih) ke warna oranye tanpa pemberitahuan/sosialisasi terlebih dahulu.

Tarigan, seorang petani di Deliserdang mengungkapkan keterkejutannya, ketika membeli pupuk ZA yang biasanya berwarna putih menjelma menjadi oranye (kekuning-kuningan).

“Kok jadi gini warnanya pak, kami jadi bingung. Kami khawatir pupuk ini dipergunakan akan mempengaruhi hasil tanaman padi, sehingga kami ragu menggunakannya,” katanya belum lama ini.

Menurutnya, kalau memang ada perubahan, seharusnya jauh hari pemerintah (Dinas Pertanian Sumut) sudah memberitahukannya ke para petani.

Hal senada juga pernah dikeluhkan petani di Kabupaten Labuhan Batu, Rahman yang mempertanyakan pupuk ZA berwarna oranye tersebut. “Setahu kami, pemerintah selama ini belum ada mensosialisasikannya,” ujar petani itu.

Ketika masalah ini dikonfirmasikan kepada Kepala Bidang Pengelolaan Lahan dan Air Dinas Pertanian Sumut, Adam B Nasution. Dia mengatakan, sejak 1 April 2013 pemerintah memang mengubah warna pupuk ZA dari putih ke oranye. Tujuannya agar pupuk bersubsidi tersebut tidak disalahgunakan menjadi pupuk ZA non subsidi yang juga berwarna putih.

“Sebab harga pupuk subsidi lebih murah dari pupuk non subsidi sehingga ada peluang orang menyalahgunakannya karena warna yang sama,” kata Adam di kantornya.

Tahun 2012 pemerintah mengubah pupuk Urea dari warna putih ke warna pink. Dengan adanya perubahan warna ini maka cepat diketahui mana pupuk bersubsidi dan yang non subsidi. “Yang jelas walaupun berubah warna tapi kualitasnya tetap,”ujarnya.

Menurut Adam, sosialiasi perubahan warna pupuk ZA ini sudah dilakukan di sejumlah daerah di Sumut. Namun kalau ada beberapa petani yang masih belum mengetahuinya mereka memaklumi, karena perubahan warna itupun baru dilakukan awal April 2013.  (Muhammad Isya)

sumber

Berita Lainnya