
Tak Boleh Ada Hambatan untuk Belajar, UNPAB Resmikan Gugus Layanan Disabilitas
Medan, 24 Oktober 2026 – Setiap mahasiswa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan akademik tanpa terhalang keterbatasan akses. Berangkat dari komitmen tersebut, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) meresmikan pembentukan Gugus Layanan Disabilitas melalui kegiatan Sosialisasi dan Peresmian Pembentukan Gugus Layanan Disabilitas yang digelar di Gelanggang Mahabento UNPAB, Medan, Sabtu (24/10/2026).
Pembentukan gugus ini menjadi langkah UNPAB dalam memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih ramah, aksesibel, serta mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas dalam mengikuti proses pembelajaran dan mengembangkan potensi diri.
Ketua Gugus Layanan Disabilitas UNPAB, Dr. Emi Wahyuni, S.E., M.M., menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki hak untuk dihargai, memperoleh kesempatan berkembang, dan berpartisipasi dalam kehidupan akademik tanpa merasa tersisih. Menurutnya, kondisi disabilitas tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“UNPAB memiliki komitmen untuk membangun kesadaran bahwa seluruh mahasiswa memiliki hak untuk dihargai dan hak untuk berkembang tanpa merasa tersisih. Kita percaya bahwa disabilitas tidak menghilangkan potensi seseorang. Kita pastikan jangan sampai ada hambatan yang sebenarnya dapat menghalangi potensi tersebut,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Gugus Layanan Disabilitas diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengenali berbagai hambatan yang dihadapi mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya dukungan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak hanya menjadi sebuah prinsip, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian dan langkah nyata di lingkungan kampus.
Dukungan terhadap pembentukan Gugus Layanan Disabilitas juga disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Cut Nuraini, S.T., M.T., selaku Rektor Bidang Aset dan Sistem Informasi UNPAB. Ia berharap keberadaan gugus tersebut dapat memperluas kesempatan masyarakat penyandang disabilitas untuk mengakses pendidikan tinggi, khususnya di Kota Medan dan Sumatera Utara.
“Harapan kita, dengan adanya gugus pelayanan disabilitas di UNPAB, masyarakat penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenyam pendidikan yang sama. UNPAB diharapkan dapat memberikan dampak dan praktik baik bagi masyarakat penyandang disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Anisah, S.T., M.T., selaku Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNPAB, menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan potensi. Menurutnya, pembentukan Gugus Layanan Disabilitas merupakan bagian dari upaya kampus untuk meningkatkan kepedulian sivitas akademika terhadap kebutuhan mahasiswa serta mendorong proses pembelajaran yang lebih inklusif.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut ialah aksesibilitas fasilitas kampus, termasuk jalur kursi roda dan pintu masuk gedung. Fasilitas yang tampak sederhana dapat menjadi kendala apabila desain dan ukurannya belum mendukung mobilitas pengguna kursi roda. Karena itu, penyediaan fasilitas yang aksesibel perlu menjadi perhatian bersama agar mahasiswa dengan kebutuhan yang beragam dapat menjalani aktivitas akademik secara lebih aman dan nyaman.
Selain aksesibilitas fisik, penguatan pemahaman sivitas akademika juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Lingkungan kampus yang mendukung tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kesadaran untuk menghargai keberagaman, memahami kebutuhan individu, serta memberikan ruang partisipasi yang setara bagi setiap mahasiswa.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Utami Nurhafsari Putri, M.Psi., Psikolog, dan Dr. Rosmalinda, S.H., LL.M., sebagai narasumber. Pembahasan menyoroti pentingnya kesiapan sivitas akademika dalam mendukung layanan pendidikan inklusif, baik melalui penyediaan fasilitas fisik yang aksesibel maupun penyesuaian dalam proses pembelajaran sesuai kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dr. Wardayani, S.E., M.Si., selaku Ketua STIM Sukma Medan; Dr. Hasrul Azwar Hasibuan, S.E., M.M., selaku Kepala Pusat Riset, Inovasi, dan Kerja Sama; Dr. Hanifah Mutia, Z.N.A., S.Si., M.Si., selaku Kepala Pusat Penjaminan Mutu Universitas; serta Dr. Anggi Pratama Nasution, S.E., M.Si., selaku Kepala Sekretariat Universitas. Hadir pula para ketua program studi di lingkungan UNPAB serta jajaran biro dan unit terkait.
Melalui peresmian Gugus Layanan Disabilitas, UNPAB mendorong penguatan koordinasi dan kepedulian seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan layanan pendidikan yang memperhatikan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Kehadiran gugus ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi hambatan akses, meningkatkan kesadaran, serta mendukung perbaikan lingkungan dan layanan akademik secara berkelanjutan.
Bagi UNPAB, kampus inklusif bukan sekadar menyediakan ruang untuk belajar, melainkan memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, berkembang, dan meraih prestasi. Dengan pembentukan Gugus Layanan Disabilitas, UNPAB mempertegas komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif, manusiawi, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Berita Lainnya
Pengumuman
Galeri Fakultas
Galeri Universitas
tags
- akuntansi
- beasiswa
- browser
- buku
- dikti
- ekonomi
- filsafat
- gemilang prestasi
- hukum
- islam
- jurnal
- kerjasama
- kesehatan
- komputer
- lanskap
- loker
- lomba
- lppm
- lppro
- magister
- manajemen
- metafisika
- olahraga
- pelatihan
- pengumuman
- pertanian
- peternakan
- pustaka
- seminar
- sepakbola
- sosial
- teknik
- ukm
- unpab
- wisuda












