unpab-gelar-bedah-buku-politik-pertahanan-gali-visi-strategis-menhan-prabowo-subianto-dan-transformasi-pertahanan-negara-ri-1698632517_82.jpg

UNPAB GELAR BEDAH BUKU POLITIK PERTAHANAN, GALI VISI STRATEGIS MENHAN PRABOWO SUBIANTO DAN TRANSFORMASI PERTAHANAN NEGARA RI

Program Studi Ilmu Hukum dan Program Studi Magister Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi sukses menggelar acara bertajuk “Bedah Buku Politik Pertahanan : Menggali Visi Strategis Menhan Prabowo Subianto dan Transformasi Pertahanan Negara RI” pada Sabtu, (28/10/2023) di Gelanggang Mahabento UNPAB bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda yang ke-95 tahun.

Acara yang bekerja sama dengan Kementrian Pertahanan Republik Indonesia ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang dalam hal ini bertindak sebagai pemateri yakni Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE., ME (Penulis buku "Politik Pertahanan: Menggali Visi Strategis Menhan Prabowo Subianto dan Transformasi Pertahanan Negara RI” yang juga merupakan juru bicara Kementerian Pertahanan RI), Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, SH., PG. Dipl., M.Han (Kepala Biro Humas Sekjen Kemhan RI), Drs. Shohibul Anshor Siregar, M.Si (Pengamat Politik dan Sosial), Dr. Henry Aspan, SE., SH., MA., MH (Dosen UNPAB).

Dihadiri pula oleh Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM (Rektor UNPAB), Hasrul Azwar Hasibuan, S.E., M.M (Rektor II Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Kerjasama), perwakilan Dekan, Kepala Program Studi, Kepala Biro dan seluruh Civitas Akademika UNPAB.

Rektor UNPAB, Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang sangat spesial karena para mahasiswa mempunyai peran yang sangat besar untuk menentukan arah republik ini kedepannya sebab akan banyak tantangan yang akan dihadapi pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian beliau juga menyoroti bahwa buku yang sedang dibahas merupakan suatu upaya untuk menjembatani gagasan-gagasan yang dimiliki oleh Menteri Pertahanan kepada publik.

“Bedah buku tentang politik pertahanan ini menurut saya sesuatu hal yang menarik. Dari buku ini ada bahasa latin yang namanya ‘si vis pacem, para bellum’. Artinya kalau kita ingin meraih sesuatu, kita harus melakukan perjuangan,” ucap Rektor UNPAB.

“Perang di dunia ini tidak lagi mengangkat senjata, perang yang paling besar itu ‘proxy war’. Dalam buku ini menjelaskan secara lugas dan komprehensif dengan bahasa yang sederhana sehingga kita dapat dengan mudah memahami sejarah politik pertahanan Indonesia, kondisi politik pertahanan Indonesia saat ini serta kemana arah politik pertahanan yang ingin dicapai dan bagaimana strategi untuk mencapainya,” lanjutnya.

Buku Politik Pertahanan ini sebagai bentuk upaya untuk mempertemukan dunia militer dengan sipil. Hal ini dilakukan mengingat pertahanan Negara bukan semata-mata tanggungjawab militer saja, sehingga masyarakat sipil juga perlu memahami konsepsi pertahanan karena masyarakat sipil juga merupakan komponen dari sistem pertahanan rakyat semesta atau Sishankamrata.

Untuk itu, harapannya dalam kegiatan bedah buku ini dapat memicu minat lebih banyak penulis dan akademisi untuk mendalami dan menyampaikan pemahaman yang lebih dalam tentang pertahanan nasional dalam bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Lainnya